ABU NAWAS
ABU NAWAS sebenarnya memiliki nama asli ABU NUWAS. Di indonesia lebih di kenal dengan NAWAS. NUWAS artinya adalah sastra, jadi beliau adalah seorang sastrawan. Ia adalah orang yang cerdik dan pandai dalam mengakali ilmu agama dan sang raja pada masa kejayaan harun ar-rasyid. Ia di kenal sebagai muslim yang memiliki humor tinggi,itu di ketahui ketika kita lihat dari cerita-cerita yang sudah beredar pada masa kini. Tapi sebenarnya, sebelum abu nawas benar-benar bertaubat dan menciptakan syair yang sangat terkenal hingga saat ini. Dahulunya abu nawas ini adalah muslim dan sastrawan pemabuk berat, suka main seks perempuan, bahkan di sumber lain beliau juga suka main seks dengan sesama jenis. Tapi itu semua sudah ia tinggalkan ketika beliau sudah bertobat. Tapi bukan pertobatan itu yang akan kita bahas kali ini.
Saya akan memberikan potongan kisah abu nawas yang menarik untuk saya bagikan pada tulisan blog kali ini. Tentunya ini terjadi sebelum abu nawas bertobat.
PEMERIKSAAN RUMAH ABU NAWAS
Suatu hari, abu nawas pulang dari tempat hiburan, ia biasa mabuk-mabukan di tempat hiburan itu hanya untuk bersenang-senang denga teman nya. Tatkala abu nawas masuk ke dalam rumah nya, ia melihat rumah nya sudah berantakan. Seperti ada orang yang mengobrak-abrik rumahnya. Abu nawas pun geram dengan hal itu, dan ia mencari tau siapa yang sudah melakukan perusakan di dalam rumah nya.
Usut punya usut dalang dari perusakan rumah abu nawas tersebut adalah raja HARUN AR-RASYID, raja memerintahkan prajuritnya untuk mencari benda terlarang di rumah abu nawas. Ia mengira abu nawas dengan sosok kontroversialnya menyimpan benda-benda yang di larang oleh sang raja.
PEMBALASAN ABU NAWAS
Geram karna rumah nya sudah di rusak oleh prtajurit suruhan raja, Abu nawas pun berniat untuk melakukan sebuah pembalasan kepada sang raja. Ia membeli sebuah roti, kemudian ia biarkan roti itu membusuk sehingga benar-benar busuk dan mengundang banyak lalat datang dan hinggap karna bau roti busuk tersebut. ketika sudah banyak lalat yang hinggap di roti itu, abu nawas langsung menutup roti tersebut ke dalah sebuah kotak bersama dengan lalat-lalatnya. Dan membawanya ke kerajaan untuk menjalankan aksinya.
Setiba di kerajaan, abu nawas pun langsung berkata kepada sang raja.
ABU NAWAS : "wahai raja,, hamba menuntut sebuah keadilan"
RAJA : " Hai abu nawas,, keadilan seperti apakah yang engkau maksud?"
ABU NAWAS : " Aku mempunya roti satu-satunya yang bisa aku makan,, tetapi lalat-lalat ini sudah memakannya"
(tak pelak raja dan para prajurit yang mendengarkannya pun tertawa)
RAJA : "Lalu apa yang kau minta dari aku,atas ketidak adilan ini" (Raja sambil tertawa)
ABU NAWAS : " Izin kan hamba untuk memukul lalat-lalat ini yang sudah memakan rotiku wahai raja, supaya aku puas, karna lalat ini sudah memakan roti milikku"
(raja masih tertawa dan mengijinkan sepenuhnya abu nawas untuk membunuh lalat-lalat itu)
Raja menganggap abu nawas ini sudah gila, masa hanya karna roti di makan lalat, ia harus meminta izin raja untuk memukul lalat-lalat tersebut (pikir raja dan prajuritnya). Karna abu nawas sudah memiliki izin resmi dari sang raja untuk memukul lalat-lalat itu. Abu nawas pun langsung membuka kotak roti yang sudah ada banyak lalat nya dari dalam kotak.
Ketika sudah dibuka tutup kotak itu, Langsung saja lalat berterbangan dan hinggap di dalam istana kerajaan. Abu Nawas langsung mengeluarkan sebalok kayu yang keras dan mulai memukul lalat-lalat yang hinggap di barang-barang kerajaan. Bahkan abu nawas pun terrkadang memukul barang yang tidak di hinggapi lalat juga, karna betapa nafsunya si abu nawas dalam membalas dendam nya kepada raja. Raja dan para prajurit nya hanya melongo diam saja melihat abu nawas mengacak acak dan memukul semua barang-barang yang ada di istana, mereka tidak berani menghentikan abu nawas, karena sudah di beri izin langsung oleh raja untuk memukul lalat-lalat yang sudah memakan roti miliknya. hahahaha.
RAJA INGIN MEMBALAS BALIK ULAH ABU NAWAS
Kecerdikan abu nawas dalam mebalas dendam kepada raja, memunculkan dendam baru dari raja kepada abu nawas. Jadi sang raja memiliki ide untuk membalas ulah abu nawas yang sudah merusak barang - barang yang ada di istana. Raja pun memulai aksinya dengan mengajak abu nawas dan para prajuritnya untuk pergi berburu.
Sang raja dengan kuda tangguh miliknya beserta prajurit raja dengan kudanya masing-masing. sedangkan abu nawas hanya menaiki keledai yang lamban jalannya.
Di tengah-tengah hutan ketika berburu. Tiba-tiba cuaca mendung dan akan turun hujan. Raja sudah tau bahwa hari ini hujan akan turun dan ini sudah dalam rencananya untuk menjebak abu nawas. Raja pun berteriak kepada para prajurit dan abu nawas.
RAJA : "Hari ini akan turun hujan, selayaknya pemburu ,, kita tidak boleh terkena hujan,, BARANG SIAPA YANG BAJUNYA BASAH ,, MAKA DIA AKAN MENDAPAT HUKUMAN"
(Keras teriak raja kepada semua pemburu)
Hujan sudah akan turun, sang raja dengan kuda yang kuat dan tangguh nya bersama prajurit mulai pergi dengan cepat untuk mencari tempat berteduh, mereka pergi dengan cepat meninggalkan abu nawas di belakang dengan keledai yang ia naiki yang berjalan pelan, tidak secepat kuda-kuda prajurit dan kuda milik sang raja.
Namun sang raja dan para prajuritnya yang sudah bergerak jauh meninggalkan hutan, masih tidak menemukan tempat berteduh. Hingga akhirnya hujan pun turun. Raja dan prajurit pun basah kuyup terkena air hujan.
Tak lama berselang ketika hujan sudah reda, abu nawas pun datang ke rombongan dengan keledai yang ia naiki. Sang raja dan para prajuritnya pun kaget melihat baju abu nawas yang TIDAK BASAH. Sang raja pun terheran-heran melihat baju abu nawas yang tidak basah, seakan tidak masuk akal ketika dia dengan keledainya yang lambat itu mampu menghindari hujan deras yang bahkan raja dengan kuda cepat nya pun tidak bisa menghindari nya.
Raja pun tidak percaya kalau di dalam hutan sana ada tempat berteduh, karena raja pun tidak menemui satu pun tempat yang bisa dia pakai untuk berteduh.
akhirnya raja bertanya kepada abu nawas :
RAJA : "kenapa bisa baju mutidak basah sedikitpun, padahal tadi hujan deras menimpa kita semua."
ABU NAWAS: "Aku ketika mendengar raja akan menghukum siapa saja yang bajunya basah karna air hujan,, aku langsung membuka pakaian ku semua,, dan aku duduki pakaian ku di atas keledai sehingga bajuku pun tidak basah"
Sang raja pun terdiam karena kecerdikan apa yang di lakukan oleh abu nawas, sehingga abu nawas pun lolos dari upaya pembalasan dan hukuman yang sudah di rencanakan jauh-jauh hari oleh sang raja.
Terima kasih sudah membaca blog saya.

Komentar
Posting Komentar