Langsung ke konten utama

AHLAK DULU SEBELUM MENUNTUT ILMU

imam malik

        Dari sebuah kisah yang sangat terkenal sampai sekarang, bahkan beliau dan ajarannya masih sangat di cintai dan di ajarkan sebagai pedoman bagi umat manusia khusus nya umat islam. Beliau adalah Malik Bin Anas Bin Malik beliau lahir tahun 93 H dan  meninggal di usia 85 tahun.

        Ada sebuah kisah yang bermanfaat untuk kita pelajari, kisah ini bisa menjadi pedoman bagi kita untuk menuntut ilmu. Di kisahkan ketika imam Malik akan menuntut ilmu di negeri seberang yang jauh, beliau meminta izin dari ibundanya. Sembari memberikan izin kepada anaknya, ibundanya pun mengatakan sesuatu yang sangat dalam kepada anaknya. "jika kamu ingin belajar menuntut ilmu dari gurumu, maka sebelumnya kamu harus mempelajari dulu ahalak dari gurumu itu, jika sudah selesai maka kamu bisa belajar pengetahuan darinya".

        Nasihat itu di kenang oleh imam malik hingga dia menjadi imam besar di kala itu dan terus di kenang sampai sekarang. Nasihat itu pun menjadi sebuah pedoman di negeri arab sana dan kita bisa mencopy cara tersebut. Karna ahlak itu sangat mempengaruhi hasil dan keluarnya pengetahuan yang sudah kamu pelajari.

        Saya akan berikan sebuah contoh atau perandaian, ahlak kita ibaratkan sebuah wadah (jiwa kita), jika ahlak kita baik maka wadah itu bersih, dan jika ahlak kita buruk maka wadah itu kotor dan beracun. Jika kita akan memasukan makanan atau minuman ke wadah yang bersih maka makanan dan minuman itu akan terjaga kebersihannya dan pula kelezatannya, jika wadah itu kotor maka seenak apapun makanan atau minuman yang kamu tuangkan ke dalam wadah maka akan jadi percuma, makanannya akan jadi kotor dan bisa menjadikan kita sakit bila kita mengkonsumsinya. 

        Maka supaya ahlak atau wadah seperti yang saya analogika kan tadi bisa menerima ilmu atau sesuatu dari luaryang manfaat, kita harus membersikan jiwa kita supaya ahlak kita bersih dan ilmu yang kita terima pun terjaga kebaikannya dan keluarnya pun tidak menjadi ilmu yang sia-sia dan negatif. Bahkan sering kali kita mendengar dan melihat seseorang yang belajar di buku yang sama dan di sekolah yang sama pula tetapi mereka mempunyai output yang berbeda jauh dari yang seharusnya.

CONTOH CERITA:

    Eh itu si fulan sama si fulan kok bisa beda banget gitu orangnya yah, yang satu alim baik dan sholeh, eh yang satunya jauh kebalik. Udah sombong judes pelit omongannya kasar suka musuhan ama tetangga lagi. Padahal kan mereka sama sama mondok di tempat yang sama, buku pelajaran yang di baca juga sama bahkan waktu belajarnya pun sama persis, kok hasil nya beda beda ya. ???


Komentar